Tips Simple Fermentasi Menggunakan Ragi Tape 2021

Tips Simple Fermentasi Menggunakan Ragi Tape

Dunia peternakan memiliki faktor utama dalam menentukan keberhasilan usahanya yang sering menjadi kelemahan adalah harga pakan, oleh karena itu sangat diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangi kelemahan tersebut salah satunya dib0uat fermentasi yang lebih mudah dengan mengetahui cara fermentasi menggunakan ragi tape.

Tujuan dari fermentasi tidak hanya untuk memperlama masa simpan tapi juga dapat memecah kandungan serat, protein dan karbohidrat untuk menjadi senyawa yang lebih sederhana serta juga untuk meningkatkan kandungan nutrisi suatu produk untuk menjadi lebih baik.

Fermentasi ragi tape menjadi jenis fermentasi yang paling mudah untuk membantu peternak pemula dalam meningkatkan kualitas pakan, oleh karena itu berikut penjelasan lebih dalam tentang cara fermentasi dengan ragi tape mari simak!

2 Cara Fermentasi Ragi Tapi Dengan Mudah

Fermentasi Menggunakan Ragi Tape

Fermentasi adalah sebuah teknologi yang memperpanjang waktu simpan dan dapat menurunkan kandungan asam fitat, sehingga dengan memberikan pakan fermentasi lebih maksimal dalam ransum ternak dan ternak akan lebih optimal dalam menyerap nutrisi yang membuat para peternak melakukan berbagai macam fermentasi salah satunya fermentasi menggunakan ragi tape yaitu:

Fermentasi Dedak Menggunakan Fermentasi Ragi Tape

Fermentasi ragi tape dedak padi

Dedak padi atau sering disebut dengan bekatul yang menjadi salah satu bahan baku untuk pembuatan ransum ternak khususnya sebagai sumber energi, sehingga penggunaan dedak padi pada dunia untuk menghemat biaya pakan membuat peternak dituntut harus mengetahui cara fermentasi ragi tape.


Baca Juga

Fermentasi Pakan Menggunakan Yakult

Fermentasi Pakan Menggunakan EM4

Kandungan dedak padi memang menjadi sumber energi dan karbohidrat utama (Hemiselulosa, selulosa, pati dan B-Glucan), lalu juga memiliki tiga jenis asam lemak utama (palmitat, oleat, linoleat) dan kandungan lainnya yaitu:

  • Bahan kering      : 91,0 %
  • Protein kasar      : 13,5 %
  • Lemak kasar      : 0,6 %
  • Serat kasar         : 13.0 %
  • Energi metabolis : 1890,0 Kkal/kg
  • Calcium              : 0,1 %
  • Total Fosfor        : 1,7 %
  • Asam Pantotenat : 22,0 mg/kg
  • Riboflavin            : 3,0 mg/kg
  • Tiamin                  : 22,8 mg/kg

Cara Fermentasi Ragi Tape Dedak

Penggunaan dedak padi dibuat fermentasi akan menjadi solusi untuk mengatasi kendala ketersediaan dedak padinya sendiri, karena sepanjang tahun berfluktuasi yang disebabkan pada saat musim panen ketersediaannya melimpah dan untuk musim kemarau akan berkurang dan berikut tata cara fermentasi dedak padi menggunakan tape:

Bahan Fermentasi :
  • 1 kg dedak padi
  • 2 butir ragi tape (haluskan)
  • Air (secukupnya)
  • Panci kukus
  • Kompor
  • Drum atau Kantong plastik
Langkah-langkah:
  • Tuangkan air kedalam dedak padi dengan menggunakan perbandingan 3:1 (pada saat dikepal tidak meneteskan air dan dilepaskan adonan dedak padi tidak hancur).
  • Kukus adonan dedak padi selama 15-30 menit menggunakan api sedang, setelah itu dinginkan dengan cara diangin-anginkan.
  • Setelah adonan dingin campurkan ragi tape yang sudah dihaluskan dan aduk hingga merata, agar bakteri starter yang terdapat diragi tape tidak mati.
  • Lalu masukan adonan tersebut ke dalam drum datu kantong plastik dan tutup hingga rapat, lalu letak dibawah suhu ruang.
  • Simpan adonan tersebut selama 1-2 hari, setelah itu fermentasi dedak padi sudah siap digunakan.

Fermentasi Ragi Tape Ampas Tahu

Fermentasi ampas tahu menggunakan ragi tape

Ampas tahu adalah jenis limbah yang berasal dari pembuatan tahu dengan jumlah yang berlimpah, sehingga dengan teknologi fermentasi keunggulan nutrisi ampas tahu dapat di maksimalkan untuk pertumbuhan ternak dengan cara fermentasi menggunakan ragi tape agar umur simpan menjadi lebih lama.

Kandungan ampas tahu cukup baik bagi unggas khususnya tapi memiliki kadar air serta protein cukup tinggi, sehingga jika disimpan dalam waktu alam akan menyebabkan mudah membusuk dan berjamur kemudian para peternak mengolahnya dengan cara fermentasi menggunakan ragi tape serta berikut kandungan lainnya:

  • protein  : 24,5%
  • serat kasar  : 23,6%
  • fat  : 10,2%
  • abu  : 3,51%
  • BETN  : 38%
  • Ca  : 1,1%
  • P  : 0,88%
  • Energi Metabolisme : 2830 Kcal/kg

Tata Cara Fermentasi Ampas Tahu Menggunakan Ragi Tape

Ampas tahu berasal dari limbah pembuatan tahu yang memiliki kandungan sangat baik untuk hewan ternak khususnya unggas, tapi dalam penggunaannya harus dibuat fermentasi terlebih dahulu agar kandungan air dan protein tinggi yang membuat ampas tahu mudah membusuk serta berikut tata cara fermentasi menggunakan ragi tape yaitu:

Bahan Fermentasi :
  • 25 kg ampas tahun
  • 7 butir ragi tape
  • Mineral B12 atau mineral feed supplement A Medion 0,5 kg
  • Drum atau Kantong plastik
  • Air (secukupnya)
  • Panci kukus
  • Drum
Langkah-langkah:
  • Peraslah ampas tahu hingga pada saat dikepal sudah tidak keluar air lagi, lalu ampas tahu tersebut masukkan kedalam kukusan.
  • Masaklah sekitar 30 menit sejak air mendidih dengan api kecil, setelah 30 menit angkat ampas tahu dan dinginkan.
  • Setelah dingin ratakan ampas tahu, lalu sebarkan ragi tape dan Mineral B12 atau mineral feed supplement A Medion serta aduk hingga merata.
  • Masukan adonan tersebut kedalam drum dan diamkan selama 3 hari hingga mengeluarkan bau wangi, sehingga proses fermentasi telah selesai serta sudah bisa diberikan.

Kesimpulan

Itulah cara memanfaatkan teknologi fermentasi untuk jenis bahan pakan berbasis limbah yang saat ini sudah banyak digunakan para peternak, karena proses fermentasi dapat meningkatkan kualitas bahan pakan dengan kenaikan protein sekitar 5%-15% setelah fermentasi.

Ragi tape mengandung beberapa mikroorganisme yang akan mendukung proses fermentasi terutama fungi (kapang dan jamur) seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, dan Pediococcus sp.

Fermentasi menjadi cara alternatif yang sering digunakan peternak dalam mengawetkan bahan pakan, selain itu proses fermentasi juga dapat meningkatkan nutrisi yang membuat pakan menjadi lebih berkualitas dan membuat peternak harus melakukan berbagai macam cara salah satunya cara fermentasi menggunakan ragi tape.

You May Also Like

About the Author: endah amelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *