Fermentasi Dedak Padi, Salah Satu Pakan Unggas Hemat 2021

Fermentasi Dedak Padi, Salah Satu Pakan Unggas Hemat

Betakul adalah hasil sampingan dari penggilingan padi yang biasanya banyak digunakan untuk pakan ternak, karena memiliki kandungan karbohidrat utama dan waktu penyimpan jenis pakan ini cukup lama apalagi jika di buat fermentasi dedak padi.

Jenis pakan ini berasal dari proses pemisahan beras dengan sekan (kulit gabah) yang telah dikeringkan, lalu melewati proses pemisahan dengan ditumbuk atau digiling hingga halus dan dapat digunakan sebagai pakan ternak yang memiliki kandungan protein terbaik.

Dedak padi atau sering disebut dengan bekatul yang menjadi salah satu bahan baku untuk pembuatan ransum ternak khususnya sebagai sumber energi, sehingga penggunaan betakul pada dunia peternakan sangatlah penting untuk menghemat biaya pakan biasanya peternak membuat fermentasi dedak padi.

Jenis Betakul dipasaran memiliki 2 jenis, yaitu betakul halus dan betakul kasar serta untuk membedakan keduanya bisa dilihat dari teksturnya dan kandungan nutrisi dari keduanya juga akan berbeda yang membuatnya lebih unggul untuk betakul halus untuk dibuat fermentasi seperti berikut ini!

Keunggulan Dan Kekurangan Betakul

Padi ketika digiling akan menghasilkan betakul halus maupun kasar, yang biasa digunakannya adalah dedak halus untuk bahan pakan unggas.

Akan tetapi betakul memiliki semacam kandungan yang berbahaya sehingga tidak boleh digunakan lebih dari 30% maka dari itu harus menggunakannya sekitar 20%.

Untuk fermentasi dedak padi juga sangat di rekomendasikan, anda bisa lihat tentang nutrisi betakul dan cara fermentasi yang cukup mudah.

Kandungan Nutrisi Dedak Padi

Kandungan nutrisi betakul memang sangatlah baik yang mampu memenuhi kebutuhan ternak, nah dari kedua jenis betakul ada beberapa hal yang sangat membedakan adalah kandungan protein yang lebih tinggi pada dedak padi halus.

Betakul memang menjadi sumber energi dan karbohidrat utama (Hemiselulosa, selulosa, pati dan B-Glucan), lalu juga memiliki tiga jenis asam lemak utama (palmitat, oleat, linoleat) dan kandungan lainnya yaitu:

  • Bahan kering      : 91,0 %
  • Protein kasar      : 13,5 %
  • Lemak kasar      : 0,6 %
  • Serat kasar         : 13.0 %
  • Energi metabolis : 1890,0 Kkal/kg
  • Calcium              : 0,1 %
  • Total Fosfor        : 1,7 %
  • Asam Pantotenat : 22,0 mg/kg
  • Riboflavin            : 3,0 mg/kg
  • Tiamin                  : 22,8 mg/kg

Harga jual kedua jenis dedak padi juga berbeda dan biasanya di tempat penjualan pakan ternak, yaitu memiliki harga dengan selisih 2500-3000 rupiah serta penggunaan betakul sebagai pakan ternak yang memiliki umur simpan tidak cukup lama tapi jika dibuat fermentasi betakul dapat bertahan hingga 3 bulan.

Kendala Penggunaan Dedak Padi

Dedak Padi

Kendala dalam penggunaan betakul terdapat pada ketersediaan betakul sendiri, karena sepanjang tahun berfluktuasi yang disebabkan pada saat musim panen ketersediaannya melimpah dan untuk musim kemarau akan berkurang yang diakibatkan banyaknya petani yang menanam tanaman lain.

Waktu simpan untuk betakul memang tidak dapat disimpan dengan jangka waktu yang lama, karena ketidakstabilan tersebut disebabkan oleh aktivitas enzim yang menyebabkan kerusakan atau ketengikan pada kompoenen lemak yang ada didalam dedak padi.

Solusi dan Pemanfaatan Betakul Fermentasi

Solusi bagi para peternak untuk penyimpanan dedak padi dengan cara fermentasi akan menjadi suatu teknologi, karena dapat memperlama masa simpan dan meningkatkan kandungan gizi betakul sebagai bahan pakan ternak unggas khususnya pedaging.

Baca Juga : Manfaat Dan Gizi Daging Bebek

Fermentasi dedak padi adalah sebuah teknologi yang memperpanjang waktu simpan betakul dan dapat menurunkan kandungan asam fitat, sehingga penggunaan fermentasi betakul dapat maksimal dalam ransum ternak dan ternak akan lebih optimal dalam menyerap nutrisi.

Tujuan dari fermentasi tidak hanya untuk memperlama masa simpan tapi juga dapat memecah kandungan serat, protein dan karbohidrat untuk menjadi senyawa yang lebih sederhana serta juga untuk meningkatkan kandungan nutrisi suatu produk untuk menjadi lebih baik.

Tata Cara Fermentasi Dedak Padi

Fermentasi menjadi suatu teknologi yang akan membuat umur simpan pada sebuah produk menjadi lebih lama, maka untuk melakukan fermentasi tidak boleh dilakukan sembarang yang akan menyangkut kandungan gizi dan berikut terdapat beberapa tatacara fermentasi dedak padi halus dan kasar antara lain:

Fermentasi Dedak Padi Halus

Dedak padi halus memang memiliki kandungan yang jauh lebih baik daripada betakul kasar, sehingga kandungan tersebut akan meningkat jika dibuat fermentasi dan membuat fungsi lain untuk menurunkan zat anti nutrisi dari bahan utama yang dapat mempengaruhi penyerapan dan langkah-langkah fermentasi dedak padi halus yaitu

Baca Juga : Tips Fermentasi Menggunakan EM4 Dengan Mudah

Fermentasi Dedak Padi Sederhana

Fermentasi dedak padi sederhana ini akan menggunakan bahan lebih sederhana dan jika tidak memiliki molase bisa membuatnya dengan melarutkan 1 kg gula aren kedalam 1 liter air, setelah itu molase bisa digunakan serta berikut langkah-langkahnya antara lain:

Bahan Fermentasi:
  • Dedak padi (segar)
  • Air
  • Molase
  • Kantong plastik atau Drum
Tata Cara:
  • Persiapkan betakul sesuai yang dibutuhkan.
  • Campurkan air sebanyak 25% (dari berat dedak padi) dengan molase sekitar 3% (dari berat betakul yang digunakan).
  • Lalu tambahkan campuran larutan molase dan air kedalam dedak padi pada satu wadah.
  • Setelah semua bahan tercampur aduk hingga merata dan masukan kedalam drum atau kantong plastik serta tutup serapat-rapatnya.
  • Proses fermentasi sudah dimulai ketika semua bahan sudah tercampur, kemudian bisa difermentasikan selama 1 bulan pada suhu kamar.

Fermentasi Dedak Padi Menggunakan EM4

Fermentasi dedak padi menggunakan em4

Penggunaan Em4 dalam fermentasi dedak padi dapat memberikan keuntungan untuk meningkatkan keseimbangan mikroflora pada saluran pencernaan ternak, lalu fermentasi tersebut mampu bertahan hingga 3 bulan yaitu:

Bahan Fermentasi:
  • 20 kg dedak padi (segar)
  • Molase
  • Air
  • Media Fermentasi (Drum atau Kantong plastik)
Tata Cara:
  • Persiapkan 20 kg dedak padi segar, lalu 3% molase dan EM4 (berdasarkan dari berat 20 kg bahan utama).
  • Campurkan air 25% dari berat bahan utama (bisa 10 liter air) dengan molase dan EM4 dan aduk hingga merata.
  • Setelah larutan tercampur merata, kemudian campurkan dengan dedak padi secara bertahap dengan adukan agar merata.
  • Masukan adonan bahan kedalam drum atau bisa juga menggunakan kantong plastik dan tutup hingga rapat, karena fermentasi sudah dimulai.
  • Setelah itu simpan pada suhu ruang dan disarankan untuk tidak terkena matahari secara langsung selama 2-3 hari.

Fermentasi Dedak Padi Kasar

Fermentasi dedak padi kasar sering kali dilakukan para peternak untuk memanfaatkan bahan pakan berbasis limbah dan juga memiliki harga jauh lebih murah serta juga memiliki kandungan mulai dari Air 10,50%, Protein Kasar 6,10%, Lemak Kasar 2,30%, Serat Kasar 26,80% dan akan jauh lebih baik jika difermentasikan sebagai berikut:

Bahan Fermentasi:

  • 100 kg dedak kasar
  • Starter berupa EM4 peternakan sekitar 2-3 ml/kg bahan (seperti 200-300 ml/100 kg dedak kasar).
  • Larutan molase dengan perbandingan 1 bagian air dan 2 bagian molase.
  • Dedak halus sekitar 2% dari dedak kasar (2 kg/100 kg dedak kasar).
  • 40 liter air
  • Terpal
  • Drum fiber

Tata Cara:

  • Campurkan molase atau larutan gula merah sebanyak 3 kg kedalam 40 liter air.
  • Tambahkan larutan EM4 sekitar 0,3 liter dan aduk secara perlahan.
  • Lalu taburkan dedak kasar diatas terpal dan disusul penaburan dedak halus secara merata.
  • Tuangkan air dengan cara disiram yang sudah dicampurkan larutan gula merah dan starter Em4 hingga merata serta aduk sampai benar-benar homogen.
  • Setelah itu masukan kedalam drum sambil diinjak-injak agar benar-benar padat dan penuh.
  • Fermentasikan dengan kondisi anaerob selama 21 hari ditempat yang diterpapar sinar matahari secara langsung.
  • Setelah 21 hari proses fermentasi sudah selesai dan keluarkan dedak didalam drum, lalu jemur hingga kering serta bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan.

Kesimpulan

Itulah cara memanfaatkan teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas bahan pakan dan untuk saat ini sudah banyak dilakukan para peternak, karena proses yang relatif murah serta mudah untuk dilakukan dan bisa juga memanfaatkan bahan pakan yang berbasis limbah.

Dunia peternakan memiliki faktor utama dalam menentukan keberhasilan usahanya yang sering menjadi kelemahan adalah harga pakan, oleh karena itu sangat diperlukan upaya-upaya untuk menanggulangi kelemahan tersebut salah satunya dibuat fermentasi dedak padi.

Dengan fermentasi pakan unggas menjadikan hemat biaya tentu lebih untung bagi peternak dan mampu meraup keuntungan yang cukup besar anya menggunakan betakul.

You May Also Like

About the Author: endah amelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *