PROMO bebek peking 

Promo bulan ini !!!!!

Dapatkan harga penawaran terbaik dari kami dengan cara memdaftarkan menjadi member cukup dengan kirim email atau hubungi customer care kami, dengan format :

*Nama#alamat#no telp#tipe bebek yang dipesan#jumlah pesan# 

Kirim ke email : bebekpeking27@gmail.com / admin.bebekpeking.com        telp/sms : 081299040210

Proses Pemotongan Hingga Pengemasan bebek peking

Pendahuluan
Dewasa ini globalisasi telah menjangkau berbagai aspek kehidupan. Sebagai akibatnya persainganpun semakin tajam. Dunia bisnis sebagai salah satu bagiannya juga mengalami hal yang sama. Perusahaan-perusahaan yang dahulu bersaing hanya pada tingkat local atau regional, kini harus pula bersaing dengan perusahaan dari seluruh dunia. Hanya perusahaan yang mampu menghasilkan barang atau jasa berkualitas kelas dunia yang dapat bersaing dalam pasar global.
Kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan asal hewan khususnya daging sudah semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran dan tingkat pendidikan masyarakat yang semakin maju. Hal ini juga akan berpengaruh pada semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap keamanan dan kualitas produk pangan yang akan dikonsumsi. Secara khusus kebijakan Pemerintah Indonesia dalam hal pengamanan hasil peternakan diarahkan kepada penyediaan bahan pangan asal hewan yang ”Aman, Sehat, Utuh dan Halal” (ASUH). Kebijakan tersebut sudah tertuang dalam UU Nomor : 7 Tahun 1996, tentang ”Pangan”, dimana Keamanan pangan didefinisikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.
Demikian halnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang produksi pangan, apabila ingin memiliki keunggulan dalam skala global, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus mampu melakukan setiap pekerjaan secara lebih baik dalam rangka menghasilkan produk pangan berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan bersaing. Hal ini berarti agar perusahan atau industri pangan mampu bersaing secara global diperlukan kemampuan mewujudkan produk pangan yang memiliki sifat aman (tidak membahayakan), sehat dan bermanfaat bagi konsumen. Atau dengan kata lain produk bermutu atau produk yang memenuhi standar yang ditetapkan secara international.
Dalam kontek mutu produk pangan, suatu produk pangan itu bermutu sesuai dengan tuntutan pasar global, apabila produk pangan tersebut memenuhi standar, yang dapat kita pahami sebagai pangan yang diproses secara higienis, tidak mengandung/tercemar bahan kimia yang berbahaya, sesuai dengan selera pasar lokal dan/atau global.
Peningkatan dayasaing industri perunggasan harus dilakukan dengan pendekatan yang holistik (menyeluruh), komprehensif dan terintegrasi, tidak parsial dan tidak egosektoral. Hal ini dikarenakan salah satu karakteristik dasar dalam bisnis perunggasan adalah produk akhir dari komoditas tersebut dihasilkan melalui tahapan-tahapan proses mulai dari hulu hingga hilir. Restrukturisasi industri perunggasan memerlukan pembenahan di semua lini industri termasuk produksi, pengolahan, distribusi, rumah pemotongan ayam (RPA) hingga jalur pemasaran akhir produk-produk olahannya.

Gambaran Umum RPU Berdasarkan SNI. 01 – 6160 – 1999
Pengertian dan Proses kegiatan
Rumah pemotongan unggas adalah kompleks bangunan dengan desain dan kontruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higiene tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong unggas bagi konsumsi masyarakat umum. Unggas yang dipotong adalah setiap jenis burung yang diternakkan dan dimanfaatkan untuk pangan, termasuk ayam, bebek, kalkun, angsa, burung dara dan burung puyuh. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan karkas unggas yaitu bagian tubuh unggas setalah dilakukan penyembelihan, pencabutan bulu, dan pengeluaran jeroan, baik disertakan atau tanpa kepala leher, dan/atau kaki mulai dari tarsus dan/atau paru-paru dan ginjal. Karkas tersebut akan menghasilkan daging unggas baik daging unggas segar, daging unggas dingin maupun daging unggas beku. Daging unggas segar adalah daging unggas yang baru disembelih tanpa perlakuan apapun, daging nggas dingin adalah daging unggas yang telah mengalami pendinginan sehingga suhu bagian dalam daging 0 – 4 0C, sedangkan daging unggas beku adalah daging unggas yang mengalami proses pembekuan pada suhu maksimum -35 0C. Selain karkas unggas dihasilkan juga hasil samping seperti jeroan. Jeroan adalah hati setalah kantung empedu dilepas, jantung, ampela, usus dan bagian-bagian organ lainnya yang berada di dalam rongga dada dan perut yang menurut kebiasaan dimakan di suatu daerah setalah mengalami proses pembersihan dan pencucian (SNI,).
Secara umum ruang pemrosesan unggas tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu daerah kotor dan daerah bersih. Daerah kotor adalah daerah dengan tingkat pencemaran biologik, kimiawi dan fisik yang tinggi sedangkan daerah bersih adalah daerah dengan tingkat pencemaran biologik, kimiawi dan fisik yang rendah. Daerah kotor meliputi kegiatan :
1. Penurunan (unloading), pemeriksaan ante mortem dan penggantungan unggas hidup,
2. Pemingsanan (stunning),
3. Penyembelihan (killing),
4. Pencelupan ke air panas (Scalding tank),
5. Pencabutan bulu (defeathering),
6. Pencucian karkas,
7. Pengeluaran jeroan (evisceration) dan pemeriksaan post mortem,
8. Penanganan jeroan.
Daerah bersih kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Pencucian karkas,
2. Pendinginan karkas (chilling),
3. Seleksi (grading),
4. Penimbangan karkas (cutting),
5. Pemotongan karkas (parting),
6. Pemisahan daging dari tulang (deboning),
7. pengemasan (packing) dan
8. penyimpanan segar (chilling room). (SNI)
Persyaratan Lokasi dan Sarana
RPU harus bersesuaian dengan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di masing-masing daerah Kabupaten/Kota. Selain itu RPU tidak boleh berada di bagian kota yang padat penduduknya serta letaknya lebih rendah dari pemukiman penduduk, tidak menimbulkan gangguan atau pencemaran lingkungan, tidak berada di dekat industri logam dan kimia, tidak berada di daerah rawan banjir, bebas dari asap, debu, bau dan kontaminan-kontaminan lain dan yang menjadi tidak kalah pentingnya adalah luas lahan yang harus cukup luas untuk pengembangan Rumah Potong Unggas (SNI).
Sarana yang harus dimiliki oleh RPU diantaranya adalah sarana jalan yang baik yang dapat dilalui kendaraan pengangkut unggas hidup dan daging unggas, sumber air yang cukup dan memenuhi persyaratan baku mutu air minum sesuai dengan SNI 01-0220-1987, yang mana persediaan air yang minimum harus disediakan yaitu 25-35 liter/ekor/hari, selain itu harus memiliki tenaga listrik yang memadai, memiliki persediaan air bertekanan 1,05 kg/cm2 (15 psi), serta fasilitas air panas dengan suhu minimal 82 0C, selain itu RPU juga harus memiliki kendaraan pengangkut daging unggas.
Dalam komplek RPU, secara umum harus memiliki Bangunan utama, tempat penurunan unggas hidup, kantor tempat istirahat pegawai, ruang ganti pakaian dan locker, kamar mandi dan WC, sarana penanganan limbah, insenerator, tempat parkir, rumah jaga, menara air, dan gardu listrik. Kompleks RPU ini harus dipagar untuk mencegah keluar masuk orang yang tidak berkepentingan dan hewan liar. Pintu masuk unggas hidup sebaiknya terpisah dari pintu keluar daging unggas. Selain itu dalam kompleks RPU semestinya dilengkapi dengan Ruang pembekuan cepat (Blast freezer), Ruang penyimpanan beku (Cold Storage), Ruang pengolahan daging unggas dan Laboratorium. (SNI).
Sistem pengolahan limbah merupakan hal yang vital dalam RPU. Sistem saluran pembuangan limbah cair harus cukup besar dan didesain agar aliran limbah mengalir dengan lancar, terbuat dari bahan yang mudah dirawat dan dibersihkan, kedap air agar tidak mencemari tanah, mudah diawasi dan dijaga agar tidak menjadi sarang tikus atau rodensia lain. Saluran pembuangan ini harus dilengkapi dengan penyaring yang mudah diawasi dan dibersihkan. Sistem saluran pembuangan limbah cair ini harus selalu tertutup agar tidak menimbulkan bau. Di dalam bangunan utama, saluran pembuangan dilenkapi dengan grill yang mudah dibuka –ditutup dan terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah korosif. (SNI).
Persyaratan bangunan utama meliputi tata ruang bangunan yang didesain agar searah dengan alur proses serta memiliki ruang yang cukup sehingga seluruh kegiatan pemotongan dapat berjalan baik dan higienis. Tempat pemotongan harus didesain sedemikian rupa sehingga pemotongan unggas memenuhi persyaratan halal. Besar ruangan harus disesuaikan dengan kapasitas pemotongan. Secara bangunan ruangan kotor dan ruangan bersih dipisahkan secara fisik, dan di daerah penyembelihan dan pengeluaran darah harus didesain agar darah dapat tertampung.
Dinding tempat proses penyembelihan dan pemotongan karkas harus memiliki persyaratan khusus, diantaranya minimal tinggi dinding 3 meter, dinding bagian dalam berwarna terang dan minimum setinggi 2 meter, terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah korosif, tidak toksik, tahan terhadap benturan keras, mudah dibersihkan dan didesinfeksi serta landai ke arah saluran pembuangan. Permukaan lantai harus rata, tidak bergelombang, serta tidak terdapat celah atau lubang. Sudut pertemuan antara dinding dan lantai harus berbentuk lengkung dengan jari-jari sekitar 25 mm.
Langit- langit didesain sedemikian rupa agar tidak terjadi akumulasi kotoran dan kondensasi dalam ruangan. Langit-langit berwarna terang, terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah mengelupas, kuat, mudah dibersihkan serta dihindarkan adanya lubang atau celah terbuka pada langit-langit.
Untuk mencegah masuknya serangga, maka bangunan harus dilengkapi pintu, jendela atau ventilasi dengan kawat, kasa atau menggunakan metode pencegahan serangga lainnya. Kontruksi bangunan harus dirancang sedemikian rupa sehingga mencegah masuknya tikus atau rodensia, serangga dan burung untuk masuk serta bersarang di dalam bangunan. Ventilasi udara untuk memperlancar pertukaran udara di dalam bangunan harus baik dan berfungsi. Pintu yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak mudah korosif, kedap air, mudah dibersihkan dan didesinfeksi dan bagian bawahnya harus didesain agar dapat menahan tikus atau rodensia agar tidak dapat masuk. Pintu dilengkapi dengan alat penutup pintu secara otomatis.
Lampu penerangan merupakan perlengkapan vital dalam RPU. Lampu penerangan harus mempunyai pelindung, mudah dibersihkan, dan mempunyai intensitas penerangan sebesar 540 Luks ditempat pemeriksaan ante mortem dan post mortem, serta 220 Luks di tempat lainnya.
Untuk ruangan- ruangan pendukung seperti kantor, tempat istirahat karyawan, kantin, mushola, tempat penyimpanan barang, ruang ganti harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya memiliki ventilasi dan penerangan yang baik, luas ruangan disesuaikan dengan kebutuhan, kontruksi yang mudah dibersihkan dan didesain untuk keamanan dan kenyamanan karyawan. Kamar mandi dan WC terletak pada bagian yang tidak mengarah ke ruang produksi, memiliki penerangan dan ventilasi yang baik, memiliki saluran pembuangan khusus (tidak menjadi satu dengan saluran pembuangan limbah proses pemotongan). Dinding bagian dalam dan lantai harus terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah korosif, mudah dirawat, dibersihkan dan didesinfeksi.
Dalam penanganan limbah, baik limbah padat maupun limbah cair, sarana penanganan limbah ini harus sesuai dengan rekomendasi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

Peralatan dan perlengkapan
Dalam hal peralatan dan perlengkapan, seluruh perlengkapan pendukung dan penunjang di RPU harus terbuat dari bahan yang tidak mudah korosif, mudah dibersihkan dan didesinfeksi serta mudah dirawat. Untuk peralatan yang berhubungan dengan daging ditambah dengan persyaratan terbuat dari bahan yang tidak toksik.
Di dalam bangunan utama harus dilengkapi dengan sistem rel (Railing System) dan alat penggantung karkas yang didesain khusus dan disesuaikan dengan alur proses. Sarana untuk mencuci tangan harus didesain sedemikian rupa sehingga setelah mencuci tangan tidak menyentuh kran lagi serta dilengkapi sabun dan pengering tangan. Sarana untuk mencuci tangan tersebut harus disediakan di setiap tahap proses pemotongan dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, di tempat penurunan unggas hidup, kantor dan ruangan lainnya. Pada pintu masuk bangunan utama juga harus dilengkapi sarana untuk mencuci sepatu boat.
Peralatan yang digunakan untuk menangani pekerjaan bersih harus berbeda dengan yang digunakan untuk pekerjaan kotor. Di setiap ruang bersih dan kotor harus disediakan sarana untuk membersihkan dan mengdesinfeksi ruang dan peralatan. Permukaan meja tempat penanganan atau pemrosesan produk tidak terbuat dari kayu, tidak toksik, tidak mudah rusak, mudah dibersihkan, mudah mengering dan dikeringkan. Mesin pencabut bulu dan alat semprot pencuci karkas harus ditempatkan dan didesain sedemikian rupa sehingga percikan air, bulu- bulu atau bahan- bahan yang dapat berperan sebagai kontaminan karkas dapat dihindarkan penyebarannya. Perlengkapan standar untuk pekerja pada proses pemotongan dan penanganan daging adalah pakaian kerja khusus, apron plastik, penutup kepala, penutup hidung dan sepatu boat.
Bahan dasar kemasan harus bersifat tidak toksik, kedap air dan tidak mudah rusak atau terpengaruh sifatnya oleh produk makanan yang dikemasnya, mempunyai komponen bahan pembersih.
Untuk hal operator atau karyawan, maka karyawan harus sehat dan diperiksa kesehatannya secara rutin minimal 1 kali setahun serta mendapat pelatihan tentang higiene dan mutu. Setiap RPU harus memiliki tenaga dokter hewan yang bertanggung jawab terhadap dipenuhinya syarat-syarat dan prosedur pemotongan unggas, penanganan daging serta sanitasi dan higiene.
Kendaraan pengangkut daging harus tertutup, terbuat dari bahan yang tidak toksik, tidak mudah korosif, mudah dibersihkan dan didesinfeksi serta memiliki sifat insulasi yang baik, suhu boks harus dapat mempertahankan suhu bagian dalam daging maksimum 4 oC, sedangkan untuk daging unggas beku suhu maksimum adalah -18 oC.
Ruang pembekuan dan penyimpanan
Ruang pembekuan cepat terletak di daerah bersih, besarnya ruangan disesuaikan dengan kebutuhan. Dinding dan lantai bagian dalam berwarna terang, terbuat dari bahan yang kedap air, memiliki insulasoi yang baik, tidak mudah korosif, tidak toksik, tahan terhadap benturan keras, mudah dibersihkan dan tidak mudah mengelupas. Sudut pertemuan antara dinding dengan lantai harus berbentuk lengkung, berjari-jari 75 mm sedangkan antara dinding dengan dinding berlengkung 25 mm. Intensitas cahaya dalam ruangan 220 Luks.
Ruangan didesai agar tidak ada aliran air atau limbah cair lainnya dari ruang lain yang masuk kedalam ruang pembeku. Ruangan memiliki alat pendingin yang dilengkapi dengan kipas (Blast freezer) dengan suhu maksimum -35 oC dengan kecepatan udara minimum 2 meter/detik. Bentuk ruangan penyimpanan beku secara umum sama dengan ruang pembekuan cepat, perbedaannya adalah terdapat pada suhu yaitu maksimum-20 oC.
Alur Kerja
Secara garis besar alur proses produksi di RPU meliputi:
1. Penurunan (unloading), penimbangan, pemeriksaan ante mortem
2. Pemingsanan, penyembelihan, penirisan darah
3. Pencelupan air panas (scalding tank), pencabutan bulu dan pencucian karkas
4. Pengeluaran jeroan, pemeriksaan post mortem, penanganan jeroan
5. Pencucian karkas, pendinginan karkas, seleksi, penimbangan, pemotongan, pemisahan daging dari tulang, pengemasan, pendinginan, penyimpanan, pengiriman.
Tahapan pertama sebelum pemotongan dilakukan pengecekan terhadap status kesehatan dan asal ayam kemudian diistirahatkan untuk mengurangi stress akibat transportasi, penimbangan, pemeriksaan ante mortem serta penggantungan ayam. Setelah penggantungan ayam, dilakukan pemingsanan dengan aliran listrik melalui air yang mengalir dengan tegangan 15-25 volt, dan daya 0,1-0,3 ampere selama 5-10 detik. Tujuan dilakukan pemingsanan adalah untuk mengurangi penderitaan, memudahkan dalam penyembelihan, meningkatkan pengeluaran darah (>45%). Kriteria ayam tersebut pingsan adalah leher dan sayap terkulai, mata terbuka lebar dan kaki kaku.
Selanjutnya adalah penyembelihan dan pengeluaran darah. Penyembelihan ini dilakukan secara syariat Agama Islam (halal) dengan memotong trakhea, oesophagus, vena dan arteri. Penirisan darah dilakukan selama 3-5 menit. Jika pengeluaran darah ini tidak sempurna maka akan terlihat kemerahan di leher, bahu, sayap, kehitaman pada folikel bulu dan jantung berisi darah.
Setelah darah dikeluarkan dilakukan pencelupan ke air panas. Pencelupan ini dilakukan dengan air bersuhu 52-55 oC selama 2,5 menit. Setelah itu dilakukan pencabutan bulu yang dapat dilakukan secara mekanik dan dibantu dengan tangan, selanjutnya segera dilakukan pencucian.
Pengeluaran jeroan dilakuakan dengan membuat irisan dari kloaka ke postal dada, yang dapat dilakukan secara mekanik dan manual, dengan catatan bahwa usus tidak terpotong. Kemudian dilakukan pemeriksaan post mortem yang meliputi pemeriksaan karkas dan jeroan. Setelah itu dilakukan penanganan terhadap jeroan. Jeroan yang sudah dikeluarkan dan karkas diproses di ruang terpisah dan tidak boleh disatukan kembali dengan karkas.
Penanganan karkas diawali dengan pencucian karkas, kemudian pendinginan karkas. Pendinginan pertama dilakukan pada suhu 10-15 oC dan pendinginan kedua pada suhu 0-4 oC, setelah itu dilakukan seleksi, yaitu memilih kualitas karkas Grade A atau Grade B, kemudian dilakukan penimbangan dan pengelompokan karkas berdasarkan berat karkas. Setelah itu dilakukan pemotongan bagian-bagian karkas (paha atas, paha bawah, dada, punggung, sayap, fillet). Dapat juga dilakukan pemisahan daging dan tulang. Setelah semua disiapkan, maka dilakukan pengemasan.
Pendinginan segar dilakukan pada suhu 0-4 oC, sedangkan untuk pembekuan dilakukan pada suhu -35 oC dengan aliran udara 2 meter/detik di dalam Blast Freezer. Untuk penyimpanan beku dilakukan di dalam cold storage pada suhu -20 0C . Untuk pengiriman segar dilakukan pada suhu 4 0C dan pengiriman beku pada suhu -18 0C.
Komposisi karkas ayam sesuai dengan persentasi bagian tubuh adalah karkas 60%. Hati 1,5%, ampela 1,5%, leher 2,6%, kepala 3,6%, kaki 5,1%, usus 6,7%, paru-ginjal 1,2%, darah 3,9%, bulu 5,7% dan air-lemak 8,2%. (Trioso Purnawarman, Lab Kesmavet FKH IPB, 2003 (Diktat kuliah).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk
Preslaughter
Produksi dan prosessing unggas berkaitan pada tahap-tahap yang berhubungan untuk memproduksi karkas utuh, karkas potongan atau variasi-variasi bentuk produk daging unggas tanpa tulang. Kualitas daging unggas sebagai makanan tergantung pada tingkat penggunaan bahan kimia, kerusakan fisik, dan perubahan struktur yang terjadi pada daging. Selama produksi dan manajemen unggas,faktor ante mortem (preslaughter) tidak hanya punya efek penting seperti pertumbuhan otot, komposisi dan pengembangan tetapi juga dipengaruhi oleh negara/tempat dimana unggas tersebut diproduksi. Kejadian sebelum dan sesudah unggas tersebut dipotong mempengaruhi kualitas daging. Faktor ante mortem yang berefek pada kualitas daging unggas dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:
1. Faktor efek yang diderita pada jangka panjang.
2. Faktor efek yang diderita pada jangka pendek.
Faktor jangka panjang itu seperti genetik, fisiologi, nutrisi, manajemen dan pengusaha. Faktor jangka pendek terjadi selama 24 jam terakhir sebelum unggas dipotong seperti saat panen (pakan dan air, penangkapan), transportasi, penanganan pabrik, penurunan dari truk pengangkut, penggantungan, immobilisasi, pemingsanan dan pemotongan.
Pemanenan
Unggas dipanen sebelum dapat diproses, pada pemanenan ini perlu disiapkan unggas selama penangkapan dan pengoleksian penangkapan dan tempat angkut (kontainer /keranjang). Beberapa masalah utama dalam preslaughter yaitu bisa terjadi perlukaan (memar, patah tulang, dislokasio tulang dan terluka atau tergores), kematian unggas dan kehilangan berat badan, permasalahan ini menjadi penting karena bisa menurunkan harga penjualan atau penurunan kualitas produk (tidak grade A).
Pemuasaan unggas
Sebelum unggas ditangkap, dinaikkan pada truk pengangkut dan ditransportasikan ke RPU, pakan dan minum ditiadakan (dipuasakan) untuk mengeluarkan isi pada usus dan tembolok. Pemuasaan ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi feses selama proses produksi. Lamanya pemuasaan ini juga mempengaruhi kontaminasi karkas dan yield, pembayaran, effisiensi prosessing dan kualitas serta keamanan produk. Idealnya lama pemuasaan dilakukan hingga saluran pencernaan menjadi kosong. Normalnya pemuasaan pada broiler berkisar 8-12 jam. Faktor Pemeliharaan
Faktor pemeliharaan yang berkontribusi pada kontaminasi karkas ;
– Keseragaman perlakuan yang rendah saat di kandang
– Perbedaan pada ukuran
– Permasalahan komunikasi antara peternak dan penangkap
– Frekuensi pemberian pakan, khususnya selama seminggu sebelum dipasarkan
– Proses dan lamanya pemuasaan sebelum ditangkap
– Kebijakan atau langkah pada pakan sisa di tempat pakan
– Aktivitas peternak selama pemuasaan di dalam kandang
– Suhu kandang selama pemuasaan
Suhu kandang pada saat pemeliharaan berhubungan dengan konsumsi pakan . Ayam broiler sangat peka dengan suhu. Ayam broiler akan memakan pakan secara normal ketika temperatur konstan dan pencahayaan secara terus menerus. Ketika unggas tidak makan secara normal menyebabkan variasi yang tinggi pada isi dan kondisi saluran pencernaannya.
Kontaminasi pada Karkas
Kontaminasi karkas terjadi ketika jeroan/saluran pencernaan unggas diambil atau ketika usus terpotong atau putus selama pengeluaran jeroan. Ketika kontaminasi terjadi, menyebabkan karkas dikeluarkan dari jalur prosessing otomatis untuk dilakukan reposessing secara manual (pencucian, triming, dan proses pemvacuman). Reposessing dan Reinspeksi karkas akan meningkatkan biaya produksi, khususnya pada persentase kontaminasi yang tinggi. Frekuensi kontaminasi karkas tergantung pada jumlah material yang terdapat pada saluran pencernaan, kondisi digesta (potongan pakan dan feses) pada usus, kekuatan usus dan efisiensi peralatan eviserating dan operator.
Pemuasaan dan implikasi mikrobiologis
Hal menarik pada perusahaan prosessing, menurut USDA (United States Departement of Agriculture), kontaminasi mikrobiologis pada produksi khususnya kontaminasi produk patogen. Suatu laporan menunjukkan bahwa pemuasaan menyebabkan peningkatan Campylobacter pada sampel sebanyak 25% sebelum pemuasaan dan 62,4% setelah pemuasaan. Selain itu terjadi paningkatan Salmonella dari 1,9% menjadi 10%. Beberapa bakteri dianggap sebagai mikroflora normal pada tembolok, khususnya Lactobacilli yang memproduksi asam laktat, mengubah waktu pemuasaan, menurunkan bakteri competitif dan memperbolehkan proliferasi Salmonella. Suatu report menemukan ketika broiler diberi perlakuan tanpa pakan selama 6, 12, 18, dan 24 jam. Broiler diberi perlakuan tanpa pakan memiliki pH tembolok yang lebih tinggi (6,5) dan pada broiler yang penuh berisi pakan (5,5). Peningkatan pH ini menyebabkan lingkungan yang menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri patogen. Sebuah riset menunjukkan bahwa pemuasaan akan menurunkan level glikogen dalam otot. Pada bagian daging breast, glikogen dihabiskan selama perlakuan pada pemuasaan dan penghabisan glikogen ini terjadi ketika unggas aktif atau stress.
Susut Hidup dan Yield (hasil produksi karkas)
Susut hidup adalah kehilangan berta badan selama waktu periode pemuasaan pakan dan pemotongan. Susut hidup merupakan hal penting karena hal ini berpengaruh secara ekonomis pada yield karkas. Rata-rata susut hidup tercatat bervariasi antar 0,18% perberat badan per jam hingga 0,42% perjam.. Berdasarkan studi bahwa setelah 5-6 jam pertama pemuasaan, susut hidup berkisar antara 0,25-0,35% /BB/jam, dengan kehilangan bobot badan yang lebih tinggi pada broiler jantan dan lebih rendah pada broiler betina.
Susut hidup tergantung juga pada umur unggas, temperatur kandang, bentuk pemberian pakan sebelum pemuasaan dan kondisi preslaughter. Pada susut hidup seekor broiler pada umur siap dipasarkan dengan waktu sebelum diproses selama 3 jam, maka akan kehilangan, diperlukan 14 gram bobot badan.

Perlukaan selama penangkapan dan pemasukan kedalam keranjang ayam
Hampir semua brolier ditangkap dan dimasukkan ke keranjang ayam atau kontainer pengangkut dilakukan dengan tangan. Penangkap biasanya berjumlah 7-10 orang yang kira-kira dapat menangkap 1000 unggas/jam. Penangkap menagkap dengan satu tangan dengan jumlah unggas 5-7 unggas pada masing-masing tangan karena metode penangkapan dan loading ini berhubungan dengan permasalahan kesejahteraan hewan, kondisi pekerja yang butuh biaya tenaga kerja tinggi, dan kerusakan karkas. Untuk itu diusahakan percobaan untuk membangun metode penangkapan alternatif.
Ketidakrespekan dari penangkap ayam dalam metode penangkapan broiler tidak hanya dapat menyebabkan takut/sterss, tapi dapat menghasilkan perlukaan pada ayam. Perlukaan yang umum terjadi adalah memar dan dislokasio atau patah tulang. Memar umumnya dihasilkan dari pukulan /tumbukan benda tumpul pada kulit/otot. Hasilnya adalah terjadi pewarnaan kemerahan pada otot, setelah terjadi beberapa detik setelahnya. Area yang sering terjadi memar adalah dada, sayap dan paha. Diperkirakan bahwa 90-95% memar terjadi 12 jam sebelum diproses dengan peternak bertanggung jawab 35% pada memar dan dan penangkap kira-kira 40%. Perlu diingat bahwa memar terjadi selama transportasi, unloading dan penggantungan. Beberapa memar bisa terjadi selama detik-detik pertama (10 detik) setelah pemotongan leher, sebelum tekanan darah unggas menjadi nol. Faktor lain yang berkontribusi pada memar unggas adalah terdapatnya mikotoksin pada pakan dan bahan pakan. Aflatoksin dapat meningkatkan munculnya memar dengan meningkatkan memudahkan pecahnya kapiler dan menurunkan kekuatan otot.

Kegiatan di Daerah Kotor
1. Unloading
Unloading merupakan tempat penurunan unggas hidup. Sebelum masuk RPU, unggas harus melalui proses seleksi terlebih dahulu terutama kondisi fisiknya. Unggas sakit akan langsung ditolak pihak RPU. Pengambilan sampel sebanyak 40 ekor dari 1000 ekor ayam yang masuk. Pemeriksaan sampel meliputi penimbangan berat badan /ekor(harus memenuhi standar berat badan yang ditetapkan), uniformity(60%), dan seleksi kondisi fisik yang meliputi patah sayap, keropeng paha, memar dada,kapalan dan kelainan lainnya. Ayam yang sudah ditimbang disiapkan kemudian dilakukan penggantungan.

2. Pemingsanan
Setelah penggantungan ayam hidup maka proses selanjutnya adalah pemingsanan/stunning,dengan menggunakan elektrik shock 65-70 Volt selama 2 detik.
3. Penyembelihan
Penyembelihan dilakukan secara manual dengan menggunakan pisau yang tajam.
4. Pengeluaran darah
Sebelum masuk tahap selanjutnya, pengeluaran darah harus sempurna yaitu selama 3 menit.
5. Pencelupan
Scalding tank /pencelupan ke air panas dilakukan selama 2 menit dengan suhu 500C.
6. Pencabutan bulu
Pencabutan bulu meliputi pencabutan bulu kasar sampe halus dengan menggunakan mesin. Kalau masih ada bulu yang tersisa maka dilakukan pencabutan secara manual dengan tangan.
7. Pemotongan kaki
Pemotongan kaki ayam mulai dari tarsus dengan menggunakan mesin, kemudian kaki ditampung, dibersihkan dan dilakukan pemotongan kuku. Ayam yang sudah melewati proses pemotongan kuku kemudian digantung untuk masuk ke proses selanjutnya.

Kegiatan di Ruang Bersih
1. Chilling dan Gradin
Karkas dari ruang kotor masuk ke ruang bersih dalam keadaan masih tergantung, lalu secara otomatis masiuk ke Chilling Tank pertama untuk dilakukan chilling. Chilling Tank yang digunakan sebanyak 2 buah, air pada chilling tank pertama bersuhu 200 C dengan kadar khlorin 0,8ppm, Chilling Tank kedua bersuhu 40C dengan kadar khlorin 0,8ppm. Dalam chilling karkas bergerak selama 45 menit. Proses klonhasi air dilakukan dengan prose reaksi pencampuran NaClO2 dengan HCl yang menghasilkan gas khlorin diokside (ClO2), gas khlorin tersbut dicampur dengan air lalu dimasukkan ke dalam chilling tank. Untuk pemerataan kadar khlorin dan suhu air maka dilakukan aerosi udara dengan menggunakan pompa udara.
Setelah 45 menit dalam chilling tank , karkas dikeluarkan ke konveyor berjalan untuk dilakukan proses grading, yaitu memisahkan karkas grade A dan karkas grade B. Karkas grade A selanjutnya digantung kembali, kemudian ditimbang secara otomatis di mesin timbang, sedangkan karkas grade B masuk ke ruang Cut Up melalui konveyor
2. Parting Boneless dan packaging
Setelah pengelompokan ukuran (penimbangan), karkas grade A dimasukkan ke ruang Cut Up atau parting untuk diolah menjadi produk parting, produk, karkas utuh. Karkas grade B selanjutnya digantung pada shackle untuk dilakukan boneless. Dari proses boneless didapatkan produk paha utuh, BLP, BNP, dada utuh, BLD, BND, Fillet, sayap utuh, kerongkong, kulit dan tunggir.
Produk turunan dari paha utuh adalah paha atas (drum stick), paha bawah,BLP, BNP, Chicken strip BNP. Produk turunan dari dada utuh adalah BLD, BND, Chicken Strip BND. Produk turunan dari sayap adalah sayap utuh, Wing Stick, middle wing, tulip, middle wing Stick. Sedangkan kerongkong selanjutnya digiling untuk dipisahkan antara daging (MDM) dan tulangnya.
Proses parting dilakukan dengan mesin parting. Parting yang dilakukan adalah parting 8 (2 sayap, 2 drum stick, 2 thigh dan 2 breast), parting 9 (2 sayap, 2 drum stick, 2 thigh, 2 breast atas dan 1 dada bawah), parting 16 (2 sayap, 2 drum sick, 6 thigh,6 breast).
Proses packaging langsung dilakukan di ruang Cut Up. Untuk penyimpanan produk yang akan dibekukan dilakukan pembungkusan dengan plastik, sedangkan untuk produk yang dijual segar packing dengan steroform dan plastik.
3. Pembekuan dan Penyimpanan
Pembekuan dilakukan untuk produk yang akan disimpan dalam jangka waktu lama. Pembekuan dilakukan dengan Blast Freezer bersuhu -350C selama 4 jam. Produk disusun di dalam lori dorong dengan rak-rak yang bertingkat lalu dimasukkan ke dalam blast freezer. Setelah 4 jam dalam blast frezeer maka produk akan membeku. Selanjutnya dilakukan pengemasan sekunder, yaitu dimasukkan kedalam karung untuk dimasukkan kedalam Cold storage bersuhu -200C . Sistem penyimpanan di dalam Cold Storage ini menggunakan sistem FIFO (First in First Out). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyimpanan yang terlalu lama.
Untuk produk yang tidak dilakukan proses pembekuan atau disimpan sementara sebelum didistribusikan, maka dilakukan di dalam Ruang pendingin (Chilling) yang bersuhu -40C.
Jika produk yang sudah dibekukan akan dijual dalam bentuk segar maka dilakukan thawing. Proses thawing ini dilakukan di Ruang Cut Up yang bersuhu 100C selama 8-12 jam, dengan dibantu penyiraman air agar proses thawing lebih cepat.
Sanitasi Personal
Untuk menjaga kualitas produk maka dilakukan sanitasi personal dalam proses produksi. Proses sanitasi personal ini meliputi perlengkapan/pakaian maupun kebersihan tangan. Perlengkapan yang digunakan meliputi sepatu boot, penutup mulut, hair net (penutup kepala), baju, apron jas hujan (khusus penyembelih), helm penutup kepala (khusus penyemblih), apron dan masker penutup (di ruang Chilling). Pakaian tersebut dibedakan untuk personil yang akan masuk ke ruang bersih dan ke ruang kotor. Pakaian di ruang kotor berwarna biru sedangkan untuk di ruang bersih berwarna putih. Personil yang akan masuk sebelumnya menggunakan pakaian, hairnet, sepatu boot dan masker penutup mulut. Selanjutnya melewati ruang gelap dan mencelupkan sepatu boot kedalam air yang berkhlorin 100ppm. Setelah masuk ke ruang produksi, personil mencuci tangan dengan sabun, membilasnya dengan air, dan mencelupkan tangan kedalam air berkhlorin 50ppm selama 5 detik. Selama produksi personil akan membersihkan tangan setiap 30 menit sekali dengan alkohol 70%, air hangat dan air berkhlorin 50ppm.
Sanitasi lingkungan dan peralatan
Sanitasi peralatan dilakukan terhadap seluruh eralatan yang digunakan untuk produksi. Peralatan tersebut seperti mesin, pisau, keranjang, meja, conveyor. Pembersihan ini dilakukan menggunakan air panas 800C kemudian dibersihkan dengan air berkhlorin 100ppm.
Pest Control
Kontrol terhadap hama dilakukan secara rutin. Hama yang umum dan menganggu adalah lalat dan tikus. Pengendalian tikus dilakukan dengan pemasangan perangkap tikus dan racun tikus disekeliling bangunan RPU. Sedangkan untuk pengendalian lalat dilakukan pemasangan lem lalat pada setiap ruangan, baik di dalam ruang produksi maupun diluar bangunan. Selain itu juga dilakukan penyemprotan insektisida di setiap saluran air di luar gedung maupun ditempat- tempat yang diperkirakan menjadi tempat perkembangan larva lalat. Untuk mencegah masuknya serangga di ruang produksi, maka di dalam ruang gelap dipasang ”Insect trap” di dekat neon ultraviolet.

Ternak Bebek Peking

Rahasia Ternak Bebek Peking

Bebek Peking adalah bebek pedaging atau bebek potong dengan pertumbuhan sangat cepat. Karena itu usaha budidaya ternak bebek peking ini sangat prospektif. Kebutuhan akan daging bebek pada pengusaha kuliner sangat besar. Ciri khas bebek peking adalah warna bulu putih mirip entok atau mentok.Bebek Peking (bahasa Mandarin: pinyin: beijing kaoya) adalah makanan tradisional di Tiongkok yang berasal dari Beijing. Makanan bebek Peking ini juga ditemui di Taiwan, dibawa oleh pemerintahan nasionalis Kuomintang yang kalah perang saudara dan mundur ke Taiwan tahun 1949. Oleh karena itu tidak heran jika para peternak bebek peking di Indonesia menyiapkan strategi khusus dalam budidaya bebek peking dalam menghadapi perayaan tahun baru Imlek.

 

Contoh usaha rumahan yang mudah adalah beternak bebek peking. Banyak tutorial bagaimana cara ternak bebek peking telur atau daging agar cepat besar yang bertebaran di internet, atau anda langsung mengunjungi para peternak bebek yang sukses untuk bertanya tanya cara sukses memelihara bebek atau itik ini. karena permintaan pasar yang semakin tinggi dari telur dan juga daging bebek ini, membuat bisnis membesarkan bebek menjadi sangat potensial. Cara budidaya bebek agar cepat besar akan kami ulas pada artikel di bawah ini nantinya, jadi simak sampai tuntas agar setelah membaca artikel ini anda bisa langsung mempraktekan bagaimana budidaya bebek yang baik agar cepat gemuk dan besar.

Cara Ternak Bebek Peking

Pertumbuhan bebek peking sangat cepat, lebih cepat dari pertumbuhan ayam. Jika bebek peking sudah berumur satu bulan, bobot mencapai 1,5 kg dan akan dua kali lipat jika umur sudah 2 bulan. Sebagai perbandingan, Jika berat ayam potong dengan umur yang sama hanya sekitar 1kg sampai 2 kg saja. Bebek peking lebih tahan dari serangan penyakit di banding unggas lain. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk ternak bebek peking sangat sederhana, baik dari kandang maupun alat-alat lain. Bahkan bebek peking dapat hidup di alam terbuka dengan penutup seadanya.

Makanan bebek peking dapat dicarikan di sekitar rumah, misal di area persawahan. Seperti cacing, ikan kecil dari sungai dan jenis tumbuhan lain seperti jenis kangkung dan lain-lain. Bebek atau itik sangat suka bergerombol sehingga sangat mudah untuk digembala. Bebek peking dan unggas air lain tidak mempunyai sifat kanibal atau tidak suka berkelahi beda dengan ayam. Selain daging dan telur, bulu bebek juga bisa menjadi penghasilan tambahan. Telur bebek lebih berharga dengan hitungan perbutir sedangkan telur ayam di hitung satuan kg. Bebek harganya lebih stabil terutama telur dibanding dengan ayam.

Pembibitan Bebek Peking

Cara Ternak bebek peking meliputi pembibitan, penggemukan, dan tenak yang secara khusus berorientasi pada telurnya. Pembahasan kali ini kami khususkan pada cara budidaya penggemukan itik peking. Ilmu cara ternak bebek peking tak jauh beda dengan itik biasa. Dalam memilih anakan bebek yang bagus sangat penting, karena jika masa kecilnya kurang baik pada waktu besar kemungkinan juga tidak baik. Jika anda beternak bebek potong yang diambil daginya sebaiknya anda memilih bibit yang jantan. Memilih benih jantan menjadi salah satu kunci sukes budidaya bebek pedaging karena bebek jantan sangat cepat untuk dibesarkan jka dibandingkan dengan bebek betina.

Harga bebek jantan juga lebih murah. Budidaya bebek peking tentunya dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Karena itu, pada budidaya bebek peking, terdapat tiga tahapan pembibitan yaitu tahap pemeliharaan anakan, tahap pemeliharaan masa pertumbuhan dan tahap pemeliharaan pada masa bertelur. Tahap pemeliharaan anakan dilakukan pada bebek yang berusia 1 sampai 60 hari. Pada tahap ini, bebek peking anakan harus dipisahkan dengan bebek peking dewasa dan juga diberi penghangat, seperti bola lampu misalnya.

Pada tahap ini, bebek diberi makanan khusus yang mempunyai kandungan protein sebesar 19% sampai 21%. Pada tahap pemeliharaan masa pertumbuhan yaitu 61 hingga 150 hari, bibit pengganti harus mulai dipersiapkan dengan memilih bebek jantan dan betina yang memiliki ciri bibit unggul. Tahapan pemeliharaan masa bertelur dilakukan saat bebek sudah berusia lebih dari 5 bulan. Pada tahap ini bebek ditempatkan pada kandang khusus yang dilengkapi dengan tempat bertelur, kandang umbaran dan kolam agar sesuai dengan habitatnya.

Pemeliharaan Bebek Peking

Budidaya bebek peking dapat dibagi menjadi tiga sistem pemeliharaan yaitu sistem pemeliharaan intensif, semi intensif dan extensife. Sistem pemeliharaan extensif lebih merupakan jenis pemeliharaan traditional yang biasa digunakan penduduk-penduduk pedesaan. Pada sistem pemeliharaan ini bebek peking dipelihara dengan cara digembalakan. Bebek akan dilepas di daerah-daerah yang mempunyai sumber pakan untuk bebek peking. Sedangkan sistem pemeliharaan semi intensif, pemeliharaan bebek sudah menggunakan kandang dan diberi pakan akan tetapi terkadang bebek juga dilepas untuk mencari makanan sendiri.

Sistem ini seperti penggabungan kedua sistem extensif dan intensif. Terakhir, sistem intensif, bebek selalu ditempatkan di dalam kandang dan diberi makan secara teratur tanpa adanya pelepasan di daerah sumber makanan. Seiring perkembangan teknologi, aspek-aspek teknis sudah mulai diterapkan dalam pemeliharaan bebek peking. Sehingga budidaya bebek peking juga sudah menggunakan teknologi-teknologi yang sudah mendukung. Untuk itu bebek peking sebenarnya lebih disaranakan dengan dipelihara dengan metode intensif, akan tetapi semua tergantung pilihan anda. Hal ini lebih dikarenakan bebek peking termasuk jenis bebek pedaging yang memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat.

Makanan Ternak Bebek Peking

Mencukupi makanan bebek dengan penuh gizi dan berkualitas merupakan faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan unggas bebek lebih bongsor. selain mempercepat panen karena sudah besar, pemberian makan yang baik akan menjaga bebek tersebut tahan dari penyakit. Lalu apa saja komposisi makanan yang bagus untuk bebek peking dan bebek biasa? yaitu dedak / bekatul , bekicot + tepung cangkang , tepung jagung , tepung ikan, tepung bulu unggas. Dalam memberikan pakan pada bebek peking, berikut yang perlu diperhatikan:

  • Pemberian pakan pada umur 1 sampai 7 hari dilakukan dengan sering namun dengan jumlah yang sedikit demi sedikit atau 1 hari bisa sampai 5 kali. Ini untuk merangsang bebek agar mau makan terus menerus sejak awal. Perlakuan ini juga dimaksudkan untuk dapat memantau kondisi bebek. Pakan bisa dari pabrik yang sesuai dengan standar seperti 511/BR atau sejenisnya.
  • Pada umur 15 hari dan seterusnya sampai masa panen, kita bisa beri pakan campuran. Perbandinganya, 40 % konsentrat dan 60 % buatan sendiri. Lalu difermentasi menggunakan probitik SOC HSC. Pemberian pakan 3 kali dalam 1 hari.
  • Selama bebek diberi pakan konsentrat, untuk minum diberikan 2,5 ml SOC dicampur dengan 5 liter air.

Kandang Ternak Bebek Peking

Seperti sudah diketahui ternak bebek peking sangat menguntungkan. Kentungan atau kelebihan ternak bebek peking diantaranya, pertumbuhan cepat, bebek peking lebih kuat terhadap serangan penyakit dibanding dengan jenis bebek lain. Ternak bebek peking dari segi peralatan juga tidak sulit. Masih banyak kentungan lain, baca keuntungan ternak bebek peking. Kembali ke kandang, ada beberapa pilihan kandang kalau Andari ingin budidaya bebek peking. Berikut ini kami kutip dari berbagai sumber tata cara ternak bebek peking yang sudah melaksanakan dan berhasil. Andari boleh pilih yang mana cocok dengan kondisi usaha masing-masing.

3 Kandang bebek peking dapat jadi pilihan untuk budidaya. Agar hasil maksimal ternak bebek peking perlu menentukan kandang yang tepat dengan kondisi masing-masing peternak. Seperti sudah diketahui ternak bebek peking sangat menguntungkan. Kentungana atau kelebihan ternak bebek peking diantaranya, pertumbuhan cepat, bebek peking lebih kuat terhadap serangan penyakit dibanding dengan jenis bebek lain. Ternak bebek peking dari segi peralatan juga tidak sulit. Masih banyak kentungan lain, baca keuntungan ternak bebek peking. Ada beberapa pilihan kandang kalau Anda ingin budidaya bebek peking. Berikut ini kami kutip dari berbagai sumber tata cara ternak bebek peking yang sudah melaksanakan dan berhasil.

1. Kandang battery
Pilihan pertama kandang dengan ukuran 45 x 45 x 35 cm. Dimana kandang type seperti ini bebek dalam kandang terdiri dari 1 kandang 1 ekor ekor bebek dewasa. Type kandang seperti ini bebek dapat dikontrol lebih teliti dan mudah. Andari lebih mudah mencek dan mengontrol kesehatan ternak satu persatu. Dengan demikian menghindari penyakit juga lebih mudah. Selain itu juga lebih mudah melihat pertumbuhan bebek seperti berat badan dll. Lebih tepat menilai produktifitas telur masing-masing ternak. Hanya saja kekurangan dari type ini adalah biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dibanding dengan type kandang lain, karena harus membeli bahan lebih banyak.

2. Kandang postal
Usaha ternak bebek peking juga dapat dilakukan dengan kandang postal. Kandang postal adalah dimana bebek peking ditempatkan dalam 1 kandang besar dengan jumlah tertentu. Kapasitas bebek dalam 1 kandang tergantung dari peruntukkan kandang. Peruntukan kandang bisa untuk ternak bebek starter, ternak bebek grower atau untuk ternak bebek layer. Ternak untuk bebek starter adalah bebek umur 1 hari sampai 60 hari, kapasitas dalam 1 kandang bisa 10 – 15 ekor / m2.

Ternak untuk bebek grower adalah bebek umur 61 hari sampai 150 hari dengan kapasitas 6 – 8 ekor / m2. Ternak untuk bebek layer adalah bebek masuk masa bertelur umur 5 bulan atau lebih, kapasitas dalam satu kandang 3 – 5 ekor / m2. Kandang type seperti ini makanan dan minuman ditempatkan dalam 1 tempat 1 ruangan. Ternak dipelihara dalam satu ruangan. Kandang seperti ini lebih diperuntukkan untuk pemeliharaan bebek starter dan grower tapi tidak tertutup kemungkinan untuk bebek layer. Lebih jauh pemeliharaan bebek starter grower layer baca cara perawatan bebek peking

3. Kandang ranch
Kandang ranch adalah pengembangan dari kandang postal. Kandang ranch terdiri dari ruangan tempat ternak dan di bagian luar halaman depan ada tempat bermain, biasa disebut degan kandang umbaran. Kandang umbaran dilengkapi dengan saluran air atau kolam, berfungsi sebagai tempat mandi, membersihkan kotoran menempel pada badan bebek. Juga berfungsi sebagai pendingin tubuh bebek waktu siang hari karena bebek peking tidak tahan terhadap panas. Maka kolam sangat berguna bagi mereka.

 

Cara Perawatan Lengkap Bebek Peking

Cara perawatan bebek peking yang baik sangat penting pada keberhasilan usaha peternak bebek. Pola pemeliharaan bebek peking secara intensif menjadi pilihan utama. Namun pengetahuan tentang cara merawat bebek peking tidak semua peternak dapat melakukannya dengan baik. Merawat bebek mulai dari usia DOD sampai dewasa mempunyai teknik dan gaya tersendiri. Perawatan ternak bebek peking dapat dibagi menjadi 3 yaitu mulai dari fase starter, fase pertumbuhan dan fase layer / bertelur. Mau tahu? Coba dilihat satu persatu seperti dibawah ini.

Perawatan Ternak Anak Bebek Peking ( fase stater )

Perawat anak mulai dari Itik Peking berumur 1 hari sampai umur 60 hari. Pada masa ini anak Itik dipelihara dalam kandang khusus memakai pemanas / induk buatan karena pada umur 1 – 14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum tumbuh bulu merata di seluruh tubuh. Untuk pakan anak bebek diberi makan khusus yaitu pakan anak mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan makanan “Starter”.

Kandang boleh dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang Box. Kalau kandang Box gunakan pada umur 1 – 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari gunakan kandang postal karena anak bebek sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini sekitar 10 – 15 ekor / m2. Setelah umur 14 hari anak Itik Peking tersebut sudah mampu menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan  pemanas. Penempatan dikandang bisa dipelihara sampai umur 60 hari untuk pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur 60 hari bebek dipindah ke kandang masa pertumbuhan (Grower). Kalau untuk membuat bebek potong sama besar dimulai juga dari umur 0. Lebih jauh melihat cara menghasilkan bebek potong sama besar.

Perawatan Ternak Bebek Peking Masa Pertumbuhan (Grower )

Periode perawatan Bebek Peking pada masa pertumbuhan perlu memperhatikan bebek yang dipelihara, karena pada masa ini sedang memelihara Itik Peking betina yang nantinya sebagai pengganti bibit dan Bebek Peking pejantan pengganti. Untuk bibit pengganti dipilih yang punyai keunggulan, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 (1 Jantan 4 betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

Pemeliharaan Perawatan Bebek Peking Masa Bertelur ( Bertelur )

Bebek Peking berumur 5 bulan atau lebih baik bebek jantan maupun betina dapat dikatakan sebagai Itik Layer karena pada masa ini fisik Itik sudah bersiap-siap memproduksi telur. Masa bertelur mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan, tetapi secara umum masa mulai bertelur normal pada umur 6 bulan. Bebek ini ditempatkan pada kandang khusus yaitu kandang Itik dewasa. Kadang Itik dewasa dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain. Kadang juga dilengkapi dengan kolam atau saluran air yang berfungsi untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari. Perbandingan jantan dengan betina 1 : 4 (1 jantan 4 betina).

Kandungan Gizi Pada Bebek Peking

Seperti halnya unggas lainnya, daging bebek pun merupakan sumber protein hewani yang baik. Dalam tiap 100 gram daging bebek panggang tanpa kulit mengandung 23,5 gram protein atau mencukupi sekitar 47% kebutuhan protein harian Anda. Daging bebek memiliki kandungan lemak sehat. Komposisi lemak pada daging bebek mengandung 35,7% lemak jenuh, 50,5% lemak tak jenuh tunggal (tinggi dalam asam linoleat) dan 13,7% lemak tak jenuh ganda (yang mengandung lemak esensial Omega 6 dan Omega 3). Jadi, selama dikonsumsi dalam jumlah secukupnya, daging bebek akan cukup memasok lemak sehat bagi tubuh Anda.

Dalam 3.5 oz (atau setara dengan satu ons) daging ayam segar bagian dada mengandung 172 kalori. Sedangkan daging bebek mengandung 211 kalori. Daging bebek memiliki zat besi yang tinggi hingga mampu memenuhi sekitar 50% kebutuhan harian zat besi dalam tubuh orang dewasa. Sedangkan daging ayam hanya memenuhi sekitar 9% dari kebutuhan harian. Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin dan regenerasi sel darah merah. Zat fosfor juga diperlukan oleh tubuh untuk membantu pembentukan sel tulang dan gigi. Satu porsi daging ayam mampu memenuhi kebutuhan harian tubuh akan zat fosfor sebanyak 25% dan bebek memenuhi hingga 36% kebutuhan fosfor harian pada manusia dewasa.